kritik sanad dan matan Hadist

KRITIK SANAD DAN MATAN
(MELALUI KITAB)

حدثنا قتيبة, حدثنا ابن لهيعة عن عمرو بن شعيب عن ابيه عن جده, ان النبي صلى الله عليه وسلم قال: "ايما رجل نكح امرة فدخل بها, فلا يحل له نكاح ابنتها. فان لم يكن دخل بها فلينكح ابنتها , وايما رجل نكح امراة فدخل بها او لم يدخل بها فلا يحل له نكاح امها"

Diagram transmiter dari hadits tersebut adalah sebagai berikut:




A.     Kritik Sanad Hadits
Hadits yang ditakhrij oleh at-Tirmidzi ini melaui jalur sanad: Qûtaibah bin Sa'id, Abdûllah bin Lahi'ah bin 'Uqabah, ûmr bin Su'âib, ibn muhammad ibn 'abdillah , 'umar ibn 'ash, syu’aib ibn muhammad ibn abdullah, dan ‘umar ibn’ash ibn wa’il  [1] Adapun biografi masing-masing perawi, analisis kebersambungan sanad, kualitas pribadi dan kapasitas intelektual perawi, serta terbebasnya sanad tersebut dari syadz dan 'illat.
Nama Perawi
TL-TW/ Umur
Guru-Guru
Murid-Murid
Jarh wa Ta'dil
Qûtaibah bin Sa'id bin jamil
(yahya ibn sa’id)

Lahir:148 H
Wafat:
240H[2]
Umur;-
113 orang
·   Abdûllah bin Lahi'ah bin 'Uqabah
·   Abdullah Ibn Malik
·   Syihab ibn Khirosh
49 orang
·   Ibrahim ibn ishaq al-harbiyu
·   Harist ibn Muhammad ibn abi Usamah
·   Abu ya’qub ishaq ibn ibrohim
·   Hamdh dari ibn muhammad ibn ziyad al-karmini menceritakan bahwa aku tidak melihat didalam kitab dari tanda-tanda syadz dan ilah kecuali kemasyuran hadist , stiqoh shahih kitab.
·   An-Nasâ: tsiqoh
·   Ibn khirosh: shoduq

Abdûllah bin Lahi'ah bin 'Uqabah/
Lahir: -
Wafat:
174 H[3]
Umur;-
65 orang
·   ûmr bin Su'âib ibn muhammad
·   ja’far ibn robi’ah
·   qais ibn al-hujjaj
40 Orang
·      Qûtaibah bin Sa'id bin jamil
·   Sa’id ibn abi maryam
·   Hujjaj ibn sulaiman al-ru’ayni
·   At-ttirmidzi : Dho’if dalam hadist
·   Isa ibn ishaq berkata bahwa rumahnya terbakar dan kitabnya ikut terbakar di dalamnya pada tahun 169 H dan aku bertemu inb lahi’ah pada tahun 164.
·   ‘umar ibn ‘ali al-falash berkata : abdullah ibn lahi’ah hanya terbakar kitabnya saja, dan barang siapa yang menulis hadist-hadistnya sebelum itu seperti ibn mubarok dan abdullah ibn zaidin yang menulis setelah terbakarnya kitab maka dia adalah dho’ful Hadist

ûmr bin Syu'âib, ibn muhammad
Lahir: -
Wafat:
118H[4]
Umur;-
24 Orang
·   Syu’aib ibn Muhammad ibn abdullah ibn ‘ash
·   ‘ashim ibnsufyan ibn abdullah
·   ‘atho’ ibn abi robaah.
83 Orang
·   Abdûllah bin Lahi'ah bin 'Uqabah/
·   Ibrahim ibn maisaroh at-toifi
·   ‘abdurrahman ibn harmalah al-aslami
·   yahya ibn mu’in : tsiqah
·   An-Nasâ: tsiqah shoduq
·   abu ja’far ibn ahmad: tsiqah

Syu’aib ibn Muhammad ibn Abdullah ibn Umr ibn Ash


Lahir: -
Wafat:
Umur


5 Orang
·    Muhammad ibn abdullah ibn Umr ibn ‘ash
·    ‘ubadah ibn shamath
·    Abdullah ibn ‘abbas
8 Orang
·   ûmr bin Syu'âib, ibn muhammad
·   ‘atha’ al-khurasan
·   Salamah ibn abi husam




·   Ibn hubban : tsiqah
·   Li dzihbi : shoduq
·   Dari imam Bukhori dan imam abu daud  menjelaskan bahwa hadist yang di dapat ssesungguhnya dari kakeknya (‘amr ibn ash)[5]
·   Dari ‘ubaidillah ibn ‘umar : di antara riwayatnya Muhammad ibn ‘ubaid inilah yang sanadnya shahihdan ini dikarenakan Syu’aib mendengar langsung dari kakeknya abdullah ibn ‘amr[6]

amr ibn ‘ash ibn wa’il[7]
Lahir: -
Wafat:
Umur

2 Orang
·    Rasulullah S.A.W
·    ‘aisah ummul mu’minin
16 Orang
·  Syu’aib ibn Muhammad ibn abdullah ibn ‘ash
·      Ja’far ibn mutholib
·      Qaish ibn abi hadzim
·     Ibnu Hibban : Tsiqoh

1.   Biografi Perawi dan Kebersambungan Sanad
Ø  Qûtaibah bin Sa'id bin jamil atau yahya ibn sa’id
Nama lengkapnya adalah Qûtaibah bin Sa'id bin jamil. Berdasarkan pada data yang ada pada kitab Tahdzib al-Kamâl fî Asmâ’ ar-Rijâl, hanya dapat diketahui bahwa Menurut Abu Daud Qutaibah ibn as’id bin jamil bertempat tinggal di baghdad sejak tahunke 16 dan menurut Musa ibn harun , Qûtaibah bin Sa'id bin jamil lahir pada tahun 148 H. dan  wafat 240 H. Qûtaibah bin Sa'id bin jamil memiliki 113 orang guru dan 49 orang murid. Di antara guru-gurunya adalah: Abdûllah bin Lahi'ah bin 'Uqabah Abdullah Ibn Malik, dan Syihab ibn Khirosh. Sedangkan murid-muridnya antara lain: Ibrahim ibn ishaq al-harby, Harist bin Muhammad ibn abi usamah, dan abu ya’qub ishaq ibn ibrohim.[8]
Qûtaibah bin Sa'id bin jamil meriwayatkan hadits dari Abdûllah ibn lahi’ah ibn ‘uqabah dengan shighat haddatsana. Dengan tercatatnya Abdûllah ibn lahi’ah ibn ‘uqabah sebagai guru dari Qûtaibah bin Sa'id bin jamil maka telah terjadi transformasi hadits secara langsung antara Abdûllah ibn lahi’ah ibn ‘uqabah dan Qûtaibah bin Sa'id bin jamil (muttashil).

Ø  Abdûllah bin Lahi'ah bin 'Uqabah
Nama asli dari Lahi’ah adalah Abdullah bin Lahi’ah bin ‘uqabah.[9] Ia wafat pada tahun 174 H. Ia memiliki 65 orang guru, di antaranya: ûmr bin Su'âib ibn muhammad, Ja’far ibn Robi’ah, dan Qais ibn al-Hujjaj. Ia juga memiliki 40 orang murid, antara lain: Qûtaibah bin Sa'id bin jamil, Sa’id ibn abi maryam, Hujjaj ibn sulaiman al-ru’ayni.
Abdullah bin Lahi’ah bin ‘uqabah meriwayatkan hadits dari ûmr bin Su'âib ibn muhammad dengan an’ dan meriwayatkannya kepada Abdullah bin Lahi’ah bin ‘uqabah dengan an’. Dengan tercatatnya ûmr bin Su'âib ibn muhammad sebagai guru dari Abdullah bin Lahi’ah bin ‘uqabah maka, telah terjadi transformasi hadits secara langsung antara ûmr bin Su'âib ibn muhammad dan Abdullah bin Lahi’ah bin ‘uqabah, Sa’id ibn abi maryam, dan Hujjaj ibn sulaiman al-ru’ayni. (muttashil).

Ø Umr bin Syu'âib, ibn Muhammad
Nama lengkapnya adalah ûmr bin Syu'âib, ibn muhammad.dri hasil penelitian tidak di temukan kapan lahir dan wafatnya namun secara nasab umr ibn Syu’aib ibn Muhammad dalah anak dari syu’aib ibn Muhammad ibn Abdullah ibn umr ibn ‘Ash. Umr bin Syu'âib, ibn muhammad memiliki 24 orang guru, di antaranya: ‘Ashim ibn Sufyan ibn abdullah, Atho’ ibn abi Robaah dan Syu’aib ibn Muhammad ibn Abdullah Ibn umr ibn `Ash Muridnya ada 83 orang, antara lain: ‘Ibrahim ibn Maisaroh at-thoifi , Abdurrahman ibn Harmalah al-aslami dan Abdullah ibn Lahi’ah ibn ‘Uqabah.[10]. Umr bin Syu'âib, ibn muhammad meriwayatkan hadits dari Muhammad ibn Abdullah ibn Umr ibn ‘Ash dengan shighat ‘an .Dengan tercatatnya Muhammad ibn Abdullah ibn umr ibn ‘Ash sebagai guru dari Umr bin Syu'âib ibn Muhammad telah terjadi transformasi hadits secara langsung antara keduanya secara (muttashil).

Ø  Syu’aib ibn Muhammad ibn Abdullah ibn Amr ibn Ash
Nama aslinya Syu’aib ibn Muhammad Ibn Abdullah ibn Amr ibn ash. Wafat dan lahirnya tidak diketahui akan tetapi Syu’aib ibn Muhammad ini merupakan Ayah dari ûmr bin Syu'âib, ibn muhammad dan Anak dari Amr ibn ash ibn Wa’il . Ia memiliki guru 5 orang. Di antaranya: Amr ibn Ash Ibn wail , Ubaidah Ibn shomath , Abdullah ibn Abbas. kemudian ia mengajarkan hadits kepada 8 orang muridnya, antara lain: ûmr bin Syu'âib, ibn muhammad. ‘Atho’ al-Khurasan, dan Salamah ibn Abi husam[11]
 
Ø Amr ibn Ash ibn Wa’il
Nama lengkapnya ‘Amr ibn Ash Ibn wail ibn hasyim. Tidak di ketahui tahun wafatnya dan lahirnya namun Amr ibn Ash Ibn wail ibn hasyim Memiliki nasab kepada ûmr bin Syu'âib, ibn muhammad sebagai kakek . Dan Amr ibn Ash Ibn wail ibn hasyim mempunyai 2 guru, yaitu : Nabi Muhammad SAW, kemudian Aisah Ummul Mu’minin. Adapun murid-muridnya 16 orang, di antaranta: Syu’aib ibn Muhammad Ibn Abdullah ibn Amr ibn ash, Qaish ibn Abi Hadzm dan Ja’far ibn Mutholib[12]

2.   Kualitas Pribadi dan Kapasitas Intelektual Perawi
Ø  Qûtaibah bin Sa'id bin jamil atau yahya ibn sa’id
Sebagaimana telah tertulis pada halaman kedua, Hamdh dari ibn muhammad ibn ziyad al-karmini menceritakan bahwa aku tidak melihat didalam kitab dari tanda-tanda syadz dan ilah kecuali kemasyuran hadist , stiqoh shahih kitab. Dari ta’dil termasuk ta’dil yang ke 4 (Ibn khirosh) kemudian ta’dil ke 3 (An-Nasâ).
dan Ibnu Hibbân menyebutkannya pula dalam kitab ats-Tsiqât. Oleh itu penulis menyimpulkan bahwa Qûtaibah bin Sa'id bin jamil layak dimasukkan dalam kategori perawi yang maqbul pada tingkatan ketiga.

Ø  Abdûllah bin Lahi'ah bin 'Uqabah
Sebagaimana telah tertulis pada halaman kedua dan ketiga, At-ttirmidzi menilai bahwa hadist yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Lahi’ah bin ‘uqabah adalah Dho’if ini dalam hadist disebabkan Isa ibn ishaq berkata bahwa rumahnya(Abdullah bin Lahi’ah) terbakar dan kitabnya ikut terbakar di dalamnya pada tahun 169 H dan aku bertemu inb lahi’ah pada tahun 164. Kemudian umar ibn ‘ali al-falash berkata : abdullah ibn lahi’ah hanya terbakar kitabnya saja, dan barang siapa yang menulis hadist-hadistnya sebelum itu seperti ibn mubarok dan abdullah ibn zaidin yang menulis setelah terbakarnya kitab maka dia adalah dho’ful Hadist.
Dari pendapat-pendapat tersebut, dapat penulis klasifikasikan ada satu pendapat yang masuk Ta’dil 1 (pendapat Bundâr), satu pendapat yang masuk  Ta’dil 2 (pendapat Umar ibn ali al-falash), dan jarh 2 (at-tirmidzi) kemudian ter masuk pada Jarh ke 2 (At-ttirmidzi). Dengan demikian, penulis mengambil 2 pendapat yang paling banyak, dan mempertimbangkan pendapat Umar ibn ali al-falash , sehingga sampailah pada kesimpulan bahwa hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Lahi’ah boleh ditulis, namun tidak bisa dijadikan hujjah.

Ø Umr bin Syu'âib, ibn Muhammad
Jika dilihat dari pendapat-pendapat yang penulis cantumkan pada halaman 3 keseluruhannya berisi puajian terhadap Umr bin Syu'âib, ibn Muhammad yang meletakkannya pada peringkat Ta’dil 2. (Ja’far ibn Ahmad, An-Nasâ) dan ta’dil 2 dan 4 (yahya ibn mu’in) dalam hal hadits.

Ø  Syu’aib ibn Muhammad ibn Abdullah ibn Amr ibn Ash
Jika dilihat dari pendapat-pendapat yang dicantumkan pada halaman 3 dan 4, dapat diklasifikasikan sebagai berikut: ada yang memasukkannya pada Ta’dil 4 (Ibn hubban), ada yang meletakkan pada Ta’dil 5 (ubaidillah ibn ‘umar), kemudian Ta’dil 4(Li dzihbi) Dengan demikian penulis menganggap perawi tersebut masuk pada ta’dil 4.

Ø Amr ibn Ash ibn Wa’il
Ibnu Hibbân menyebutkan Amr ibn Ash ibn Wa’il dalam kitab “ats-Tsiqât”. Maka ia masuk dalam Ta’dil 3.

3.   Penilaian terhadap Kualitas Sanad Hadits
Dilihat dari hubungan guru-murid antara para perawi hadits, maka penulis menyimpulkan sanadnya muttashil. Dan jika melihat pada kaedah keshahihan hadits, maka Hadits tersebut masuk pada kriteria hadits Shahih, karena ada 1 perawi yang dianggap kurang dlabith.


B.     Kritik Matan Hadits
Penulis tidak menemukan hadits di kitab Bukhori dan Muslim yang satu redaksi dengan hadits yang diteliti oleh penulis. Namun secara makna, hadits ini sejalan dengan surat an-nisa’: 23)
ôMtBÌhãm öNà6øn=tã öNä3çG»yg¨Bé& öNä3è?$oYt/ur öNà6è?ºuqyzr&ur öNä3çG»£Jtãur öNä3çG»n=»yzur ßN$oYt/ur ˈF{$# ßN$oYt/ur ÏM÷zW{$# ãNà6çF»yg¨Bé&ur ûÓÉL»©9$# öNä3oY÷è|Êör& Nà6è?ºuqyzr&ur šÆÏiB Ïpyè»|ʧ9$# àM»yg¨Bé&ur öNä3ͬ!$|¡ÎS ãNà6ç6Í´¯»t/uur ÓÉL»©9$# Îû Nà2Íqàfãm `ÏiB ãNä3ͬ!$|¡ÎpS ÓÉL»©9$# OçFù=yzyŠ £`ÎgÎ/ bÎ*sù öN©9 (#qçRqä3s? OçFù=yzyŠ  ÆÎgÎ/ Ÿxsù yy$oYã_ öNà6øn=tæ ã@Í´¯»n=ymur ãNà6ͬ!$oYö/r& tûïÉ©9$# ô`ÏB öNà6Î7»n=ô¹r& br&ur (#qãèyJôfs? šú÷üt/ Èû÷ütG÷zW{$# žwÎ) $tB ôs% y#n=y 3 žcÎ) ©!$# tb%x. #Yqàÿxî $VJŠÏm§ ÇËÌÈ
23.  Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan  saudara-saudaramu yang perempuan, Saudara-saudara bapakmu yang perempuan; Saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang Telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), Maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang Telah terjadi pada masa lampau; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


DAFTAR RUJUKAN

  • Jamâl ad-Din Abû al-Hajjâj Yûsuf al-Mazzi, Tahdzîb al-Kamâl fî Asmâ’ ar-Rijâl
  • Basysyâr ‘Awwal, al-Jâmi’ al-Kabîr li al-Imâm al-Hâfidz Abî ‘Îsa Muhammad bin ‘Îsa at-Tirmidzi
  • At-Tirmidzi, Sunan at-Tirmidzi, Beirut


 
KRITIK SANAD DAN MATAN
(MELALUI DIGITAL SOFTWARE)

حدثنا قتيبة, حدثنا ابن لهيعة عن عمرو بن شعيب عن ابيه عن جده, ان النبي صلى الله عليه وسلم قال: "ايما رجل نكح امرة فدخل بها, فلا يحل له نكاح ابنتها. فان لم يكن دخل بها فلينكح ابنتها , وايما رجل نكح امراة فدخل بها او لم يدخل بها فلا يحل له نكاح امها"

Diagram transmiter dari hadits tersebut adalah sebagai berikut:
 












 Kritik Sanad
 Hadits yang ditakhrij oleh at-Tirmidzi ini melaui jalur sanad: Qûtaibah bin Sa'id, Abdûllah bin Lahi'ah bin 'Uqabah, ûmr bin Su'âib, ibn muhammad ibn 'abdillah , 'umar ibn 'ash, syu’aib ibn muhammad ibn abdullah, dan ‘umar ibn’ash ibn wa’il. Adapun biografi masing-masing perawi, analisis kebersambungan sanad, kualitas pribadi dan kapasitas intelektual perawi, serta terbebasnya sanad tersebut dari syadz dan ‘illat, dapat disimak dalam tabel berikut[13]
Nama Perawi
TL-TW/ UMUR
Guru-Guru
Murid-Murid
Jarh wa Ta’dil
Qûtaibah bin Sa'id bin jamil
(yahya ibn sa’id)

Lahir:148 H
Wafat:
240H
Umur;-
100 orang
·   Abdûllah bin Lahi'ah bin 'Uqabah
·  Abu ishaq Ibrahim ibn sa’id
·  Ja’far ibn sulaiman
4 Orang
·  Muhammad ibn Yahya Ibn ‘abdullah
·  Ahmad ibn Muhammad ibn Hambal
·  Ahmad ibn Sa’id
·   Yahya ibn Mu’in : Tsiqoh
·   An-Nasâ-i: tsiqah shoduq
·   Hakim : tsiqah ma’muun
·   Ibnu Hibbân menyebutkannya dalam kitab ats-Tsiqât
Abdûllah bin Lahi'ah bin 'Uqabah/
Lahir: -
Wafat:
174 H
Umur;-
83 orang
·  Sulaiman ibn zaid
·   Ûmr bin Su'âib ibn muhammad
·  wahab ibn ‘abdullah
34 orang
·  Yunus ibn Muhammad ibn salim
·      Qûtaibah bin Sa'id bin jamil
·  Basyar ibn ‘Umar ibn hakim
·   Ahmad bin Hanbal: dari apa yang ditulis terdahulu dan ketika di mendengarnya secara benar.
·   Ahmad ibn sholih  al-mishriy : shahihul Hadist Tsiqah
·   Umar ibn Falash : dho’ful Hadist



ûmr bin Syu'âib, ibn muhammad
Lahir: -
Wafat:
118H
Umur;-
24 orang
·   abdullah ibn amr ibn ‘ash ibn wa`il
·  Sulaiman ibn yasar
·  atho’ ibn abi robaah.
70 orang
·  Yahya ibn abi anisah
·   Abdûllah bin Lahi'ah bin 'Uqabah/
·  abdurrahman ibn harmalah al-aslami

·  Yahya bin mu’in : tsiqoh
·  ‘ali ibn madaniy : tsiqoh dan kitab tulisannya shahih
·  Abu zari’ah Arrozy : Tsiqoh untuk dirinya sendiri karena dia meriwayatkan adalahb ayahnya..
‘Syu’aib ibn Muhammad ibn Abdullah ibn Umr ibn Ash

Lahir: -
Wafat:
Umur

4 orang
·    Umr ibn ‘ash ibn Wa’il ibn hisyam
·  Mu’awiyah ibn Sufyan shakhra ibn harbiy
·  Abdullah ibn ‘abbas
 2 orang
·  Tsabit ibn Aslam
·   Ûmr bin Su'âib ibn muhammad ibn Abdullah

·  Ibnu Hibbân menyebutkannya dalam kitab “ats-Tsiqât”
·  Adz-zihbi : shoduq
amr ibn ‘ash ibn wa’il
Lahir: -
Wafat: 63 H
Umur: -
10 orang
·  ‘Abi ibn Ka’ab ibn Qaish
·  `Umar ibn Khotob ibn Nafill
·  Ali ibn Abi Tholib ibn `abdul Mutholib
163 orang
·  Rabi’ah ibn Yusuf ibn Man`a
·  Syu’aib ibn Muhammad ibn abdullah ibn ‘ash
·  Tholhah ibn Halaali
·  Dari jajaran pada masa sahabat khulafa’rosidin
·  Dam peringkat periwayatannya tsiqah tsubuth

·           Kritik Matan
Dari hasil penelitian pada Hadist al-syarif di computer tidak ditemukan periwayatan lain selain Imam at-tirmidzi. Yaitu..:


حدثنا قتيبة, حدثنا ابن لهيعة عن عمرو بن شعيب عن ابيه عن جده, ان النبي صلى الله عليه وسلم قال: "ايما رجل نكح امرة فدخل بها, فلا يحل له نكاح ابنتها. فان لم يكن دخل بها فلينكح ابنتها , وايما رجل نكح امراة فدخل بها او لم يدخل بها فلا يحل له نكاح امها"



[1] At-Tirmidzi, Sunan at-Tirmidzi, Beirut, hadits ke-1120,  juz 3, hal. 363
[2] Pendapat abu bakar al-khotobi dan musa ibn harun , memberi informasi Qûtaibah bin Sa'id bin jamil wafat pada bulan Sya’ban
(Sumber: Jamâl ad-Din Abû al-Hajjâj Yûsuf al-Mazzi, Tahdzîb al-Kamâl fî Asmâ’ ar-Rijâl, juz 27, hal. 529-537)

[3] Tahdzîb al-Kamâl fî Asmâ’ ar-Rijâl, juz 45, hal. 454)
[4] Tahdzîb al-Kamâl fî Asmâ’ ar-Rijâl, juz 22, hal. 74)
[5] Tahdzîb al-Kamâl fî Asmâ’ ar-Rijâl, juz 12, hal. 535)
[6] Tahdzîb al-Kamâl fî Asmâ’ ar-Rijâl, juz 12, hal. 535)
[7] Tahdzîb al-Kamâl fî Asmâ’ ar-Rijâl, juz 22, hal. 78)

[8] Jamâl ad-Din Abû al-Hajjâj Yûsuf al-Mazzi, Tahdzîb al-Kamâl fî Asmâ’ ar-Rijâl, juz 22, hal 527
[9] Jamâl ad-Din Abû al-Hajjâj Yûsuf al-Mazzi, Tahdzîb al-Kamâl fî Asmâ’ ar-Rijâl, Juz 22, hal. 450
[10] Ibid, Juz 12, 534-535
[11] Ibid, Juz 22, 79
[12] Ibid, Juz 12, 534

[13] Al- hadist al-syarif

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TRADISI BUJU’ TEMUNIH DALAM MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH

Dinamika tarikh tasyri’ ulama pembangun mazhab serta berbagai factor social yang melatar belakangi berkembangnya tasri’